Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akuntansi Feenance

Analisa Usaha Tempe dengan Modal Minim

Feenance.web.id - Usaha di desa memang ada banyak peluang, terutama pada kebutuhan sehari-hari. Mulai dari bahan makanan konsumsi hingga beternak atau di bidang pertanian. Bahkan kalau di desa, kebutuhan akan permodalan bisa di tekan seminim mungkin, karena memang untuk ongkos pembiayaan produksi juga masih terbilang murah.

Salah satu peluang usaha di desa yang mempunyai tingkat margin keuntungan yang lumayan adalah usaha tempe. Tempe menjadi ciri khas lauk pauk konsumsi di desa dengan harga yang terjangkau. Bahkan jenis makanan lauk yang satu ini juga sangat laris di pasaran. Ada dua macam jenis tempe yang mungkin juga sering Anda jumpai di pasaran, mulai dari tempe kedelai menggunakan plastik, atau bisa juga menggunakan bungkus daun pisang. Dan keduanya memang mempunyai market dan daya beli masing-masing.

Biasanya memang untuk daya beli di masyarakat kelas bawah, tempe dengan teknik tradisional masih cenderung menjadi market yang bagus. Sedangkan untuk jenis tempe yang menggunakan plastik, biasanya sudah di produksi dengan teknik modern. Dan ini jelas untuk pangsa pasar pada kelas menengah ke atas.

Jika Anda hidup di pedesaan, jelas ini menjadi peluang yang bisa Anda ambil. Tentu saja dengan pertimbangan-pertimbangan analisa terkini mengenai beberapa aspek. Mulai dari permodalan, persaingan usaha dan juga mengenai target market yang ingin Anda targetkan.

Jika ada banyak golongan menengah ke bawah, Anda bisa menekan biaya produksi dengan membuat jenis tempe tradisional. Jika memang mempunyai modal lebih, Anda bisa saja membuat dalam skala lebih besar dan menggunakan mesin produksi yang lebih modern. Ini bisa membuat bisnis Anda berjalan lancar karena memang produksi juga bisa lebih cepat dan hemat tenaga serta efisiensi dalam bekerja.

Analisa Usaha Tempe dengan Modal Minim



Kalau Anda masih di desa dengan lingkup tradisional yang masih terjaga, tentu saja market biasanya akan lebih mudah mendapatkan jika Anda bisa bersaing dengan masalah harga jual yang Anda pasarkan. 

Beberapa pasar tradisional memang demikian, bahkan klasemen target promosi juga harus Anda kualifikasi dulu. Fokus pada satu titik target konsumen tentu saja bisa membuat bisnis Anda semakin fokus dan lebih mudah dalam mendapatkan pembeli.

Tempe di buat dengan langkah yang sederhana, walaupun memang juga perlu skill khusus dalam melakukan fermentasi pada kedelai. Apalagi dalam penentuan harga jual dan permodalan yang sudah di akumulasikan.

Dalam hitungan pembuatan tempe, biasanya kedelai di ambil dari suplier. Karena memang untuk beberapa waktu terakhir ini harga kedelai melonjak, jadi untuk sebagian pengusaha tempe mulai khawatir dan bahkan sudah ada banyak yang gulung tikar mengenai produk bahan pokok kedelai. Dan ini  tidak hanya pada kedelai saja, namun pada pangsa pasar yang lain juga bisa mengalami hal serupa dan semua sektor bisnis memang terdampak karena terjadinya inflasi akibat pandemi.

Tempe Tradisional

Supaya lebih lengkapnya kita akan analisa secara lebih rinci mengenai kedua jenis tempe yang sering berada dan laris di pasaran. Untuk tempe tradisional memang masih menggunakan bungkus daun pisang dan beberapa daun lain. Dan kalau Anda di desa, jelas bungkusnya bisa Anda dapatkan secara gratis.

Namun untuk membuatnya jelas membutuhkan tenaga yang cukup ekstra. Mulai dari pematangan kedelai hingga pencucian. Tentu kalau untuk menargetkan market yang besar, ini bisa membuat Anda kuwalahan, karena memang untuk membuatnya tak bisa hanya satu orang saja kalau marketnya besar.

Anda harus bisa membuat efisiensi waktu dan keadaan bahan baku. Bisnis tempe ini memang bisnins yang berkelanjutan. Jika tempe yang sudah matang bisa di jual, maka di sinilah waktu untuk membuat tempe lagi, dan melakukan proses fermentasi bisa sampai 2 hari. Untuk itu, efisiensi waktu jelas sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Tempe Modern

Kalau Anda ingin menggunakan tempe yang modern dan menggunakan bungkus plastik. Tentu saja permodalan bisa lebih tinggi dari tempe tradisional. Mulai dari mesin untuk pengemasan, dan juga beberapa mesin lain dalam hal produksi. Seperti pencampur dengan mikroba untuk fermentasi dan beberapa proses produksi seperti pencucian kedelai.

Mesin pembuat tempe ini bisa Anda beli dari beberapa toko teknik yang ada di daerah Anda. Karena mesin ini bergerak dengan daya listrik, tentu saja kesiapan mengenai daya listrik rumah Anda juga sebaiknya Anda akumulasi, karena ini juga termasuk dalam permodalan.

Sekarang tinggal Anda mau pilih proses dan jenis yang mana mengenai usaha tempe ini. Untuk pemasaran Anda bisa langsung memasarkan sendiri ke masyarakat, atau bisa saja langsung ke berbagai gerai toko kelontong terdekat. Atau bisa juga langsung ke area pasar di daerah Anda.

Posting Komentar untuk "Analisa Usaha Tempe dengan Modal Minim"

X