Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akuntansi Feenance

Ayat Jurnal Penyesuaian : Definisi, Fungsi, Tujuan, Contoh dan Pembahasan

Ayat Jurnal Penyesuaian : Definisi, Fungsi, Tujuan, Contoh dan Pembahasan

Apa Itu Ayat Jurnal Penyesuaian?

Feenance.web.id - Pada akhir periode akuntansi, banyak saldo akun dalam buku besar yang dapat segera dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan tanpa mengalami perubahan. Namun, ada juga beberapa akun yang perlu disesuaikan. Penyesuaian perlu dilakukan untuk memperbaharui agar sesuai dengan konsep akrual dan konsep penandingan dalam akuntansi. Ayat jurnal yang memuat pembaruan menjad up to date pada akhir periode akuntansi disebut Ayat Jurnal Penyesuaian.

Jadi, Ayat Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mencatat akun-akun yang perlu disesuaikan sehingga mencerminkan saldo akun yang sebenarnya.

Apa Dampak Jika Tidak Dibuat Ayat Jurnal Penyesuaian?

Setiap ayat jurnal penyesuaian sekurang-kurangnya akan mempengaruhi satu akun laporan laba rugi dan satu akun neraca. Jadi, dalam ayat jurnal penyesuaian selalu melibatkan akun pendapatan atau akun beban dan akun aset atau akun kewajiban.

Apa yang terjadi jika seandainya akuntan lupa membuat ayat jurnal penyesuaian terhadap akun-akun yang sesungguhnya memerlukan penyesuaian? Akun-akun tersebut menjadi tidak up to date. Dengan kata lain, ada yang kebesaran jumlahnya (overstated) dan ada juga yang kekecilan (understated) sehingga terjadi salah saji (misstatement) dalam laporan keuangan.

Apa Fungsi dan Tujuan Dibuatnya Ayat Jurnal Penyesuaian?

Fungsi dan tujuan dibuatnya ayat jurnal penyesuaian adalah untuk mencatat saldo akun-akun tertentu pada akhir periode akuntansi supaya sesuai dengan saldo akun yang sebenarnya. Jika tidak dilakukan penyesuaian, akun-akun yang bersangkutan akan salah saji.

Akun Apa Saja yang Perlu Disesuaikan?

Pada prinsipnya ada empat item yang perlu dilakukan penyesuaian, yakni:
1. Beban yang masih harus dibayar (beban akrual atau utang akrual),
2. Pendapatan yang masih harus diterima (pendapatan akural atau piutang akrual),
3. Biaya dibayar dimuka (beban yang ditangguhkan),
4. Pendapatan diterima dimuka (pendapatan yang ditangguhkan,

Keempat item yang perlu disesuaikan diuraikan sebagai berikut.

1. Beban yang Masih Harus Dibayar

Sepanjang periode, beban-beban tertentu mungkin telah terjadi tetapi pembayarannya belum dilakukan sampai pada periode berikutnya. Pada akhir periode akuntansi, perlu untuk menentukan dan mencatat beban-beban yang telah terjadi meskipun belum dibayar. Dalam pencatatan beban yang masih harus dibayar, dilakukan dengan mendebet akun beban dan mengkredit akun utang. Contoh beban yang masih harus dibayar.

Beban Upah                            XXX
Utang Upah                             XXX

Beban Bunga                           XXX
            Utang Bunga                           XXX

Contoh

PT. Seri Akuntansi dan Seri Pajak membayar upah pekerja setiap hari Sabtu, di mana upah terakhir untuk Januari jatuh pada tanggal 28 Januari 2019.  Periode akuntansi perusahaan berakhir 31 Januari 2019. Perusahaan menetapkan bahwa jumlah hari kerja seminggu adalah sebanyak 6 hari, yaitu mulai dari hari Senin hingga Sabtu. Total upah karyawan yang dibayarkan untuk setiap 6 hari kerja adalah Rp 20,000,000.

Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Januari 2019 adalah sebagai berikut:
Beban Upah                            Rp 10,000,000
Utang Upah                             Rp 10,000,000
(3/6 x Rp 20,000,000)

2. Pendapatan yang Masih Harus Diterima

Sepanjang periode, pendapatan tertentu mungkin telah terjadi tetapi penagihan kas belum dilakukan sampai pada periode tertentu. Pada akhir periode akuntansi, perlu menentukan dan mencatat pendapatan yang telah terjadi meskipun belum diterima uanganya. Dalam pencatatan pendapatan akrual, akun aset didebet dan akun pendapatan dikredit. Contoh pendapatan yang masih harus diterima.

Piutang Bunga                         XXX
Pendapatan Bunga                  XXX

Ilustrasi
Pada tanggal 1 September 2018 perusahaan memberikan pinjaman uang kepada debitor senilai Rp 100,000,000 dengan jangka waktu 6 bulan dan bunga 9% per tahun. Perusahaan akan menerima kembali nilai pokok pinjaman beserta bungan pada pada saat pinjaman jatuh tempo, yakni 1 Maret 2019. Periode akuntansi perusahaan berakhir pada 31 Desember 2018.

Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Bungan pinjaman selama 4 bulan (September, Oktober, November dan Desember) yang sudah terjadi pada tahun 2018 harus diakui sebagai pendapatan 2018 walaupun pembayarannta baru akan diterima pada 1 Maret 2018.

Piutang Bunga                         Rp 3,000,000
Pendapatan Bunga                  Rp 3,000,000
(4/12 x 9% x Rp 100,000,000)

3. Biaya Dibayar Dimuka

Sepanjang periode, pengeluaran-pengeluaran tertentu atas barang atau jasa yang belum digunakan telah dicatat pada pembukun. Pada akhir periode akuntansi, perlu ditentukan secara tepat bagian mana dari pengeluaran-pengeluaran tersebut yang sudah dipakai selama periode berjalan dan mana bagian dari pengeluaran-pengeluaran tersebut yang akan digunakan (ditangguhkan) untuk periode berikutnya.

Metode penyesuaian untuk biaya dibayar dimuka tergantung pada bagaimana awal pengeluaran tersebut dicatat di dalam akun. Pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat dicatat sebagai aset atau dicatat sebagai beban.

a) Biaya Dibayar Dimuka Dicatat sebagai Aset

Jika biaya dibayar dimuka dicatat sebagai aset pada ayat jurnal umum maka ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi mensyaratkan bahwa akun beban akan didebet atas bagian dari jumlah pengeluaran yang telah dipakai selama periode berjalan dan akun aset akan dikredit sebesar jumlah prepaidyang telah berkurang karena pemakaian.

Contoh

Pada tanggal 1 Januari 2018 perusahaan membayar dimuka asuransi sebesar Rp 120,000,000 untuk masa tanggungan 3 tahun. Jika pencatatan atas pembayaran premi asuransi tersebut diakui sebagai aset maka ayat jurnal umum yang dibuat pada 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut:

Asuransi Dibayar Dimuka       Rp 120,000,000
            Kas                                           Rp 120,000,000

Sedangkan ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2018 adalah

Beban Asuransi                       Rp 40,000,000
            Asuransi Dibayar Dimuka       Rp 40,000,000
(1/3 x Rp 120,000,000)

b) Biaya Dibayar Dimuka Dicatat sebagai Beban

Jika biaya dibayar dimuka dicatat sebagai beban pada ayat jurnal umum maka ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi mengharuskan akun aset didebet dan akun beban dikredit sebesar bagian dari jumlah pengeluaran yang belum terpakai dala periode berjalan (yang ditangguhkan atau baru akan digunakan pada masa yang akan datang).

Contoh

Pada tanggal 1 Januari 2018 perusahaan membayar dimuka asuransi sebesar Rp 120,000,000 untuk masa tanggungan 3 tahun. Jika pencatatan atas pembayaran premi asuransi tersebut diakui sebagai beban maka ayat jurnal umum yang dibuat pada 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut:

Beban Asuransi                       Rp 120,000,000
            Kas                                           Rp 120,000,000

Sedangkan ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 2018 adalah

Asuransi Dibayar Dimuka       Rp 40,000,000
            Beban Asuransi                       Rp 40,000,000
(2/3 x Rp 120,000,000)

Perlu diperhatikan bahwa dari kedua metode di atas akan tetap mengghasilakan nilai akhir yang sama.

4. Pendapatan Diterima Dimuka

Pembayaran-pembayaran mungkin akan diterima dari pelanggan sebelum barang dikirim atau sebelum jasa diberikan. Jumlah yang diterima dimuka akan dicatat dengan mendebet akun aset dan mengkredit akun pendapatan atau utang. Pada akhir periode akuntansi, perli ditentukan bagian mana dari jumlah penerimaan tersebut yang benar-benar telah menjadi pendapatan periode berjalan dan mana bagian dari jumlah penerimaan tersebut yang ditangguhkan (pendapatan untuk periode mendatang).

Metode penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka tergantung pada apakah pendapatan dimuka tersebut sebagai pendapatan atau dicatat sebagai utang.

a) Pendapatan Diterima Dimuka Dicatat sebagai Utang

Jika pendapatan diterima dimuka pada ayat jurnal umum dicatat sebagai utang maka ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi mengharuskan akun pendapatan didebet dan akun utang dikredit sebesar jumlah penerimaan yang telah menjadi pendapatan pada periode berjalan.

Contoh

Pada tanggal 1 Januari 2018 perusahaan menerima dimuka pembayaran uang sewa ruangan yang tidak terpakai sebesar Rp 120,000,000 untuk masa 3 tahun. Jika pencatatan atas penerimaan uang sewa dimuka tersebut diakui sebagai utang maka ayat jurnal umum yang dibuat pada 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut:

Kas                                           Rp 120,000,000
Sewa Diterima Dimuka           Rp 120,000,000

Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2018 adalah

Sewa Diterima Dimuka           Rp 40,000,000
Pendapatan Sewa                   Rp 40,000,000
(1/3 x Rp 120,000,000)

b) Pendapatan Diterima Dimuka Dicatat sebagai Pendapatan

Jika pendapatan diterima dimuka pada ayat jurnal umum dicatat sebagai pendapatan maka ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi mengharuskan akun utang dikredit dan akun pendapatan didebet sebesar jumlah penerimaan yang ditangguhkan sebagai pendapatan untuk periode mendatang.

Contoh

Pada tanggal 1 Januari 2018 perusahaan menerima dimuka pembayaran uang sewa ruangan yang tidak terpakai sebesar Rp 120,000,000 untuk masa 3 tahun. Jika pencatatan atas penerimaan uang sewa dimuka tersebut diakui sebagai pendapatan maka ayat jurnal umum yang dibuat pada 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut:

Kas                                           Rp 120,000,000
            Pendapatan Sewa                   Rp 120,000,000

Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada 31 Desember 2018 adalah

Pendapatan Sewa                   Rp 80,000,000
            Sewa Diterima Dimuka           Rp 80,000,000
(2/3 x Rp 120,000,000)

Perlu diperhatikan bahwa dari kedua metode di atas akan tetap mengghasilakan nilai akhir yang sama.

Demikian pembahasan mengenai Ayat Jurnal Penyesuaian : Definisi, Fungsi, Tujuan, Contoh dan Pembahasannya. Semoga bermanfaat

Posting Komentar untuk "Ayat Jurnal Penyesuaian : Definisi, Fungsi, Tujuan, Contoh dan Pembahasan"

X