Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Anomali Pasar Seasonal : The Day Of The Week Effect, Week Four Effect, Monday effect dan January Effect

Anomali Pasar Seasonal : The Day Of The Week Effect, Week Four Effect, Monday effect, Holiday effect, Time of the month effect dan January Effect

Seasonal Anomaly atau Calender Effect adalah suatu anomali pasar atau efek ekonomi yang muncul terkait dengan kalender. Efek tersebut meliputi perilaku yang berbeda dari pasar saham pada hari yang mungkin berbeda dalam seminggu, waktu yang berbeda dalam sebulan, dan waktu yang berbeda dalam setahun (musiman).

Seasonal anomaly terbagi menjadi beberapa jenis yang dapat terjadi pada dunia pasar modal saat ini. Beberapa jenis seasonal anomaly tersebut yaitu Day of the week effect, Week-four Effect, Monday effect, Holiday effect, Time of the month effect, Turn of the month effect, Monthly effect dan January effect.

Seorang  investor sangat penting untuk memiliki informasi- informasi yang berkaitan dengan tingkat harga saham untuk membantu dalam mengambil keputusan dalam pemilihan saham perusahaan yang nantinya layak untuk dilakukannya investasi. Sebenarnya hampir semua investasi mengandung risiko. Karena seorang investor tidak mengetahui dengan pasti bagaimana hasil yang akan diterima dari investasi tersebut pada masa yang akan datang.

The Day Of The Week Effect

The Day Of The Week Effect ini merupakan pola yang mengacu pada perilaku return saham dari hari ke hari dalam satu minggu, yaitu return saham secara sistematis akan lebih tinggi atau lebih rendah pada hari-hari tertentu dalam satu minggu (Ambarwati, 2009). Pada pasar modal terdapat lima hari perdagangan yang dilakukan mulai dari hari Senin sampai dengan hari Jum’at. Dalam hal ini terjadi perbedaan return antara hari Senin dengan hari-hari lainnya secara signifikan (Damodaran dalam Werastuti, 2012). Biasanya return yang negatif terjadi pada hari Senin, sedangkan return positif terjadi pada hari-hari lainnya dalam perdagangan saham.

Kecenderungan return negatif pada hari Senin ini sangat dipengaruhi dengan ketersediaan informasi berkaitan dengan sekuritas saham yang ada dipasar modal. Pada hari Senin, informasi yang tersedia merupakan informasi yang sudah usang, investor hanya memegang informasi di minggu yang lalu. Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu sebelumnya, investor tidak menerima informasi-informasi yang akurat berkaitan dengan sekuritas saham yang dimiliki, kalaupun ada informasi yang masuk merupakan informasi-informasi yang berupa isu-isu saja yang sifatnya hanya ramalan atau pun yang belum tentu kebenarannya yang tidak berasal dari penjamin emisi saham, seperti ramalan akan kondisi perusahaan, perkiraan harga saham, dan sebagainya.

Minimnya informasi yang dimiliki investor ini menyebabkan tingginya kekhawatiran dalam benak mereka. Investor akan cenderung untuk melakukan penjualan atau pelepasan terhadap saham yang dimiliki daripada melakukan pembelian atau pemerolehan saham, sehingga hal ini mengakibatkan harga saham cenderung menjadi rendah untuk di hari Senin dibandingkan dengan di hari perdagangan lainnya. Rendahnya harga saham di hari Senin pada akhirnya membuat return saham yang akan diperoleh investor menjadi rendah dan cenderung kearah negatif. Dengan kata lain pola anomali the day of the week effect ini mampu mempengaruhi dari perilaku return saham.

Week Four Effect

Week-four Effect ini merupakan pola yang mengacu pada perilaku return saham dari hari ke hari dalam empat minggu selama satu bulan tertentu (Ambarwati, 2009).  Pola Week-four Effect ini mengungkapkan bahwa monday effect hanya terjadi pada hari Senin minggu keempat dan kelima untuk setiap bulannya. Sedangkan return hari Senin pada minggu pertama sampai minggu ketiga dianggap tidak signifikan negatif atau sama dengan nol.

Sejumlah studi yang menghasilkan bukti empiris telah dilakukan untuk mengungkap adanya return negatif pada perdagangan hari senin diminggu akhir bulan. Fenomena Week-four Effect ini berhasil diungkap oleh Lutfiaji (2013), Iramani dan Mahdi (2006). Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa Monday Effect signifikan terjadi pada minggu keempat dan kelima dalam setiap bulan, sedangkan return pada Senin minggu pertama sampai ketiga secara statistik tidak berbeda dengan nol. Hal ini berarti bahwa return hari Senin negatif yang terbesar terjadi pada minggu keempat dan kelima.

Kecenderungan return saham yang negatif terjadi pada hari Senin minggu keempat dan kelima ini dipengaruhi dengan kebutuhan likuidasi dari para investor. Minggu keempat dan kelima atau bisa dikatakan dengan akhir bulan menjadi minggu dimana kebutuhan investor akan meningkat namun penghasilan investor belum dapat bertambah, hal ini dikarenakan kebanyakan dari perusahaan dan instansi lainnya melakukan pembagian upah, gaji, dan honor pada awal bulan. Sehingga diakhir bulan banyaknya investor terutama investor kecil yang termotivasi oleh kebutuhan untuk melakukan penjualan saham dibandingkan dengan pembelian saham. Hal ini membuat harga saham menjadi rendah dan mengakibatkan return saham yang diterima investor akan menjadi rendah dan cenderung negatif dibandingkan dengan minggu pertama sampai ketiga. Dengan kata lain, dapat dikatakan pola anomali week four effect ini mampu mempengaruhi perilaku dari return saham.

Monday Effect

Monday effect  merupakan salah satu jenis anomali yang biasanya terjadi pada pasar saham yaitu ketika return saham pada hari Senin suatu perusahaan mengalami signifikan yang lebih rendah dibandingkan dengan hari Jumat yang sebelumnya (negatif). Pengujian mengenai hipotesis efisiensi pasar bentuk lemah, dalam batas tertentu dilakukan dengan menggunakan model random walk. Model random walk menganggap bahwa return adalah independen dan return terdistribusi secara acak dari waktu ke waktu. 

Holiday Effect

Kecenderungan pasar saham untuk mendapatkan keuntungan pada hari perdagangan terakhir sebelum akhir pekan panjang atau hari libur yang dimandatkan bursa seperti Hari Buruh atau Natal. Efek liburan dapat bermanfaat bagi pedagang , yang mungkin membeli sekuritas pada hari-hari menjelang hari perdagangan terakhir dan kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi pada hari terakhir.

Time of the Month Effect

Kecenderungan kenaikan harga saham selama dua hari terakhir dan tiga hari pertama setiap bulannya. Beberapa peneliti menganggap efeknya pada waktu arus kas bulanan yang diterima oleh dana pensiun dan diinvestasikan kembali di pasar saham.

Kenaikan sementara harga saham selama beberapa hari terakhir dan beberapa hari pertama setiap bulan. Beberapa analis mengkredit efek pergantian bulan pada distribusi dari dana pensiun dan rekening pensiun lainnya yang segera diinvestasikan kembali oleh para pensiunan di pasar saham .

Turn of the Month Effect

Efek pergantian bulan mengacu pada kecenderungan harga saham naik pada hari perdagangan terakhir bulan itu dan tiga hari perdagangan pertama bulan berikutnya.

monthly Effect

Pengembalian rata-rata untuk saham hanya positif untuk hari-hari sebelum dan selama paruh pertama bulan kalender, dan tidak dapat dibedakan dari nol untuk hari-hari selama paruh terakhir bulan tersebut. 'Monthly Effect' ini tidak tergantung pada anomali kalender lain yang diketahui seperti efek Januari yang didokumentasikan oleh orang lain dan tampaknya disebabkan oleh pergeseran rata-rata distribusi pengembalian dari hari-hari di paruh pertama bulan relatif terhadap hari-hari di paruh terakhir.

January Effect

Januari Effect ini merupakan pola bulanan (Month of The Year) yang mengacu pada perilaku return saham dari setiap bulannya pada satu tahun, yaitu return saham secara sistematis akan lebih tinggi atau akan lebih rendah pada bulan-bulan tertentu dalam satu tahun (Ambarwati, 2009).

January Effect merupakan kecenderungan terjadinya kenaikan harga saham pada bulan Januari. Adanya kenaikan harga ini didorong oleh aktivitas investor untuk kembali menyusun portofolionya setelah masa liburan akhir tahun yang cukup panjang. Permintaan investor yang meningkat terhadap instrumen keuangan inilah yang menyebabkan harga mengalami kenaikan.Kenaikan permintaan ini didorong oleh ekspektasi investor yang positif.

Asumsi lain terjadinya January Effect adalah karena adanya keinginan perusahaan untuk terlihat lebih baik yang tercermin dalam laporan keuangan tahunan, sehingga manajer perusahaan menjual saham-saham yang dianggap mempunyai nilai kecil pada akhir tahun dan akan membelinya kembali pada awal tahun. Sehingga hal ini menyebabkan harga–harga sekuritas saham mengalami kenaikan dan mengakibatkan return saham yang positif (tinggi) dapat diperoleh investor. Dengan kata lain, dapat dikatakan pola anomali January Effect ini mampu mempengaruhi perilaku dari return saham


Posting Komentar untuk "Anomali Pasar Seasonal : The Day Of The Week Effect, Week Four Effect, Monday effect dan January Effect"

X