Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Investasi

Konsep Manajemen; Pengertian Fungsi dan Macam

Pengertian dan Konsep Manajemen

1. Pengertian Manajemen

Manajemen dalam arti luas juga mempunyai pengertian sebagai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (P4) sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Pengertian manajemen secara umum adalah ilmu dan seni dalam mengatur, mengelola, dan mengkoordinasi yang bertujuan untuk melakukan suatu tindakan guna mencapai tujuan.

2. Konsep Manajemen

Konsep Manajemen - manajemen bersifat universal. Tidak ada satu kesepakatan tentang batasan. Banyak definisi yang bisa dijadikan dasar sesuai dengan tujuan masing masing. Namun beberapa ahli berpandangan sama mengenai konsep manajemen.
Secara garis besar, banyak yang setuju bahwa konsep manajemen bisa dilihat dari 4 sudut pandang.

konsep manajemen
Konsep Manajemen

1. Manajemen Sebagai Suatu Ilmu

Awal mulanya, manajemen tidak termasuk sebagai sebuah teori. Teori harus terdiri atas konsep yang bisa menjelaskan fenomena, meramalkan apa yang akan terjadi dan membuktikan ramalan tersebut berdasarkan penelitian secara sistematis.

Setelah manajemen dipelajari selama beberapa waktu, manajemen akhirnya bisa membuktikan secara sistematis dan memahami fenomena-fenomena dan meramalkan mengapa orang-orang bekerja sama.

Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berupaya secara sistematis dalam memahami dan mempelajari bagaimana masing masing manusia bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan dan membuat sistem ini bisa memberikan manfaat untuk kemanusiaan.

Manajemen sebagai sebuah ilmu pengetahuan telah lama dipelajari dan telah menjadi sebuah teori.

Gejala gejala dalam manajemen telah diteliti menggunakan metode-metode penelitian ilmiah yang bisa dirumuskan dalam prinsip prinsip yang diwadahi dalam sebuah teori.

Manajemen sebagai ilmu digunakan untuk menjelaskan dan menerangkan berbagai fenomema-fenomena yang ada sehingga bisa memberikan arahan kepada manajer terhadap apa yang seharusnya mereka kerjakan.

2. Manajemen Sebagai Seni

Manajemen sebagai seni merupakan sebuah upaya nyata untuk mendatangkan hasil yang maksimal dengan usaha yang seminimal mungkin yang bisa dilakukan. Begitu juga dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua pihak yang berhubungan.

Henry M Boettinger mengemukakan manajemen merupakan sebuah seni dalam suatu pengambilan keputusan, yang artinya manajemen adalah suatu kemampuan, keterampilan atau kemahiran dalam menerapkan prinsip-prinsip dan teknik dalam memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk merealisasikan tujuan yang diinginkan.

Dia menambahkan bahwa sebagai seni, manajemen memerlukan tiga unsur :
  1. Pandangan
  2. pengetahuan tekhnis
  3. komunikasi
Ketiga unsur tersebut bisa dikembangkan dengan melakukan pelatihan-pelatihan manajemen.

Konsep manajemen sebagai seni memandang perlunya kerja sama dengan pihak lain, bagaimana mengatur dan memerintahkan orang lain supaya bisa bekerja sama dengan baik dan menguntungkan.

Hal ini karena pada dasarnya manusia umumnya adalah "managing" atau mengatur. dan mengatur manusia ada seninya tersendiri agar mendapatkan hasil yang paling maksimal.

Mary Parker Follet [stoner, 1986] menambahkan "The art getting things done through people". manajemen sebagai sebuah seni untuk menjalankan pekerjaan melalui orang lain. Semua sepakat bahwa manajemen melakukan pekerjaannya dengan cara mengatur orang lain.

          Baca juga 14 Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol

3. Manajemen sebagai Profesi

Manajemen sebagai sebuah profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang dijalankan orang-orang yang mempunyai keahlian serta keterampilan sebagai kader, manajer atau pimpinan didalam sebuah organiasi tertentu.

Manajemen diartikan sebuah profesi dikarenakan manajemen memerlukan keahlian, keterampilan, kemahiran dan skill tertentu untuk menjalankan aktivitas dalam merealiasikan tujuan yang diinginkan.

Semua pekerjaan dijalankan dengan cara yang sangat efektif dan efisien sehingga bisa memanfaatkan segala sumber daya yang ada dengan maksimal. Untuk menjalankannya perlu sebuah kemampuan yang ahli, dan skill ini bisa merupakan suatu profesi tersendiri bagi seorang ahli.

Para ahli profesional mendapatkan status dengan cara mencapai sebuah standar prestasi kerja dan bukan berdasaran kepada faktor diluar itu seperti suku, keturunan, agama serta kriteria-kriteria yang tidak berkaitan lainnya.

4. Manajemen sebagai Proses

Dalam usaha mencapai tujuan, manajemen melakukan berbagai hal yang tidak bisa dipisahkan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain.

Konsep manajemen sebagai proses lebih mengarah kepada proses dalam mengelola dan mengatur pelaksanaan sebuah pekerjaan atau serangkaian kegiatan yang untuk mencapai tujuan.

Proses manajemen sendiri terdiri atas beberapa tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengendalian yang juga merupakan fungsi dari manajemen itu sendiri.

Fungsi Manajemen  

1. Planning (Perencanaan)

Perencanaan adalah suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi. Sebagai salah satu fungsi manajemen, perencanaan menempati fungsi pertama dan utama diantara fungsi-fungsi manajemen lainnya.
Perencanaan meliputi :
  • Landasan perencanaan
  • Perencanaan strategis
  • Pengambilan keputusan
  • Analisis kebutuhan 

2. Organizing (Pengorganisasian) 

Pengorganisasian adalah proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Jadi dalam setiap organisasi terkandung tiga unsur, yaitu kerja sama, dua orang atau lebih, dan tujuan yang hendak dicapai. Proses pengorganisasian menyangkut proses bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian organisasi.
Organizing meliputi :
  • Desain kerja
  • Struktur organisasi
  • Perubahan
  • Pembagian tugas

3. Actuating (Pengarahan)  

Pengarahan adalah suatu proses pembimbingan, pemberian petunjuk, dan instruksi bawahan agar mereka bekreja sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Actuating meliputi :
  • Kepemimpinan
  • Kepercayaan
  • Komunikasi
  • Motivasi

4. Controlling (Pengawasan)

Controlling adalah salahsatu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi terhadap apa yang dilakukan sehingga kegiatan dapat terarahkan sesuai dengan maksud tujuan.
Controlling meliputi :
  • Monitorong
  • Evaluasi
  • Supervisi

Macam Konsep Manajemen

1. Manajemen Produksi

Secara garis besar, manajemen produksi adalah sebuah perencanaan dan pengelolaan segala hal yang memiliki kaitan dengan proses pengadaan barang maupun jasa. Dalam perancangan setiap rencana harus memperhatikan faktor produksi yang tersedia.

Faktor semacam bahan baku, tempat produksi, mutu bahan, sampai produk final yang dihasilkan menjadi penentu sebuah produksi bisa dikatakan berhasil. Guna meningkatkan kualitas, maka manajemen harus mampu mengelola semua faktor tersebut untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Manajemen juga bertanggung jawab dalam pengefisiensian semua faktor produksi serta mengawasi setiap kegiatan ekonomi yang berlangsung di dalam perusahaan.

2. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

Untuk meningkatkan mutu perusahaan dan juga meningkatkan pendapatan, maka harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Tanggung jawab menemukan dan membentuk SDM yang demikian adalah tanggung jawab dari manajemen.

Selain itu, manajemen juga harus mampu menciptakan relasi yang positif di antara SDM agar proses menjalankan rencana manajemen bisa berjalan dengan lancar karena tidak ada konflik. 

3. Manajemen Pemasaran

Dalam tujuannya mendatangkan keuntungan, manajemen perusahaan dituntut untuk mampu berpikir kreatif dan dinamis dalam memasarkan produk yang dimiliki. Selain melakukan promosi, manajemen juga harus mampu mengevaluasi dan menganalisis setiap tindakan yang sudah dibuat.

Jika tidak efektif, maka harus diganti dengan rencana yang baru. Selain itu, branding produk, membuat statistik bisnis, mengenali target pasar dan bentuk konsep pemasaran lainnya juga harus bisa ditangani dengan baik.

4. Manajemen Keuangan

Tim manajemen harus bekerja bersama dengan pihak lain yang ada di dalam perusahaan untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan seefisien mungkin namun bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Selain itu, tim manajemen bertanggung jawab dalam hal merencanakan, memeriksa, mengelola, menganggarkan, mencari serta menyimpan modal dan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Kegiatan ini harus berjalan berkesinambungan agar perusahaan bisa beroperasi dengan stabil.

5. Manajemen Informasi

Segala informasi seperti dokumen, teknologi, sumber daya manusia, prosedur akuntansi, biaya produksi serta taktik bisnis harus menjadi bagian dari perencanaan bisnis sebuah perusahaan atau organisasi. 

Semua data yang diolah tersebut bisa menjadi rujukan bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan serta menetapkan aturan baru bagi keberlangsungan perusahaan. Selain itu, manajemen juga harus menguasai semua data tersebut agar mampu menggunakannya dengan maksimal.

6. Manajemen Strategi

Manajemen strategi erat kaitannya dengan manajemen informasi. Hal ini disebabkan strategi akan bisa tercipta jika terdapat data yang valid sehingga keputusan bisa diambil guna menetapkan tujuan dan target perusahaan di masa depan.

Dalam prosesnya, pengambilan keputusan ini juga melibatkan semua bagian fungsional bisnis karena memang saling berkesinambungan. Manajemen juga harus mampu mengalokasikan sumber daya, baik manusia maupun alam dan bahan baku agar bisa mencapai target yang sudah direncanakan.

7. Manajemen Operasi

Wilayah bisnis yang dimiliki manajemen operasi hanya berpusat pada proses produksi. Berbeda dengan manajemen operasional, manajemen operasi mempunyai jangkauan yang lebih sempit. Di dalam manajemen operasi terdapat pula kegiatan memelihara dan mengembagkan setiap hasil produksi agar mendatangkan keuntungan.

Jadi, semua input faktor produksi semacam tenaga kerja dan bahan baku diawasi pengelolaannya agar bisa mendatangkan output seperti yang dikehendaki, terutama kualitasnya.

8. Manajemen Pendidikan

Berbeda dengan beberapa manajemen di atas yang berfokus pada proses untuk mendatangkan keuntungan, maka manajemen pendidikan lebih berfokus pada peningkatan mutu sumber daya manusia lewat pendidikan.

Hal ini bukan hanya bicara masalah sekolah maupun kuliah saja, tetapi juga pendidikan secara umum, termasuk juga di dalamnya pelatihan yang bisa digunakan untuk meningkatkan keahlian. Hasil yang diharapkan dari proses pendidikan ini adalah output yang lebih berdaya guna dan mengerti potensi dirinya.

Setiap SDM yang dilatih dan dididik diharapkan mampu menerapkan hasil pendidikan tersebut dan mengupayakannya demi meningkatkan taraf hidup dan juga kualitas perusahaan maupun organisasi yang menaunginya.

Kesimpulan

Konsep dasar manajemen diwujudkan oleh kegiatan seperti pengambilan keputusan, menetapkan sebuah kebijakan, memberikan perintah kerja, mengelola sumber daya yang dimiliki dan mengarahkan pekerjaan orang lain agar tujuan perusahaan tercapai.

Manajemen menetapkan tujuannya. Dan berusaha untuk meraihnya dengan cara memanfaatkan pengatahuan, ketrampilan, keahlian bahkan pengalaman para bawahan/karyawan pada sebuah perusahaan.

Posting Komentar untuk "Konsep Manajemen; Pengertian Fungsi dan Macam"