Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Jurnal Penutup; Pengertian, Tujuan dan Akun Nominal yang Perlu dibuat

Jurnal penutup merupakan bagian dari siklus akuntansi.

Pada siklus akuntansi, setelah ayat jurnal penyesuaian selesai di posting ke dalam buku besar, maka data-data yang ada pada akun buku besar akan sesuai dengan data-data yang dilaporkan di dalam laporan keuangan.

Saldo rekening akun yang tercantum dalam neraca akan terus diakumulasi dari periode ke periode sehingga akun tersebut bersifat relatif permanen, dan kemudian disebut dengan akun riil (real account). 

Sedangkan saldo rekening akun pada laporan laba rugi dan akun penarikan oleh pemilik dilaporkan pada laporan perubahan modal.

Tidak diakumulasi dari periode ke periode akuntansi karena rekening akun ini hanya melaporkan jumlah nominal pada satu periode saja.

Didalam akuntansi akun ini dikategorikan sebagai "akun sementara" atau disebut juga "akun nominal".

Karena akun nominal ini hanya menunjukkan jumlah nominal pada satu periode akuntansi saja, maka rekening akun jenis ini harus memiliki saldo 0 (nol) diawal periode akuntansi.

Supaya akun ini bisa menjadi NOL (0), maka perlu dibuatkan JURNAL PENUTUP !
Jurnal Penutup
Jurnal Penutup

Pengertian Jurnal Penutup | Closing Entries

"Jurnal penutup (Closing Entries) adalah jurnal akuntansi harus dibuat untuk menjadikan rekening akun akun sementara (temporer) menjadi bersaldo NOL (0) pada akhir periode akuntansi."

Dengan kata lain, jurnal penutup merupakan ayat jurnal yang perlu dibuat pada akhir periode untuk menutup rekening akun nominal (sementara).

Yang termasuk rekening akun nominal atau akun temporer adalah rekening akun yang ada pada laporan laba rugi pada periode berjalan serta akun penarikan modal oleh pemilik (prive).

Akun yang ada pada laporan laba rugi akan ditutup dengan akun ikhtisar laba rugi dan karena prive akan mengurangi modal, maka akun prive ditutup pada rekening modal.

Tujuan Jurnal Penutup

Adapun tujuan dan fungsi jurnal penutup disusun diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk memisahkan transaksi akun pendapatan dan beban tidak bercampur aduk dengan jumlah nominal dari pendapatan dan beban pada tahun selanjutnya.
  • Menyajikan neraca awal periode berikutnya setelah dilaksanakan penutupan buku.
  • Agar mempermudah jika dilaksanakan pemeriksaan karena telah dilakukan pemisahan transaksi yang terjadi di periode sebelumnya dengan transaksi-transaksi pada periode akuntansi selanjutnya.
  • Untuk menyajikan informasi keadaan yang sebenarnya (riil) suatu perusahaan setelah dilakukan penutupan buku (jurnal penutup). Laporan keuangan hanya akan memperlihatkan tentang akun yang sesungguhnya (riil) saja. yang terdiri atas harta, kewajiban dan ekuitas.

Menutup Akun Nominal  

Berikut akun akun nominal yang perlu dibuatkan jurnal penutup.

1. Akun Pendapatan 

Menutup seluruh rekening akun pendapatan dengan cara memindahkan rekening pendapatan ke rekening ikhtisar laba-rugi.

Contoh jurnal :

Debit | Pendapatan Rp100
Kredit | Ikhtisar Laba Rugi Rp100
         (Men-debit akun pendapatan dan meng-kredit ikhtisar laba rugi)

2. Akun Beban 

Menutup seluruh rekening akun beban dengan memindahkan rekening akun beban ke ikhtisar laba rugi.

Contoh jurnal :

Debit|Ikhtisar Laba RugiRp100
Kredit|BebanRp100
         (Men-debit ikhtisar laba rugi dan meng-kredit beban)

3. Ikhtisar Laba Rugi

Menutup akun ikhtisar laba rugi dengan cara memindahkan saldo ikhtisar laba rugi ke akun modal.

Disini ada dua kondisi yang bisa terjadi, bisa laba (pendapatan lebih besar dari beban) atau terjadi rugi (pendapatan lebih kecil dari beban).
Apabila memperoleh laba, akun ikhtisar laba rugi didebitkan dan akun modal dikredit.
Contoh jurnal :

Debit|Ikhtisar Laba RugiRp100
Kredit|ModalRp100

Apabila menderita rugi, akun modal didebit dan ikhtisar laba/rugi dikredit
Contoh jurnal :

Debit|ModalRp100
Kredit|Ikhtisar Laba RugiRp100

4. Akun Prive

Menutup akun prive dengan cara memindahkan akun prive ke rekening akun modal.

Prive merupakan penarikan modal oleh pemilik, biasanya hanya terjadi pada perusahaan skala kecil.

Contoh jurnal:

Debit|ModalRp100
Kredit|PriveRp100
         (Men-debit modal dan meng-kredit prive)

Notes:

Jurnal penutup yang disusun tergantung dari bentuk perusahaan, bisa PT, firma maupun perusahaan perseorangan karena struktur modal dari jenis jenis perusahaan diatas tentu saja berbeda.

Posting Komentar untuk "Jurnal Penutup; Pengertian, Tujuan dan Akun Nominal yang Perlu dibuat"

X