Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akuntansi

Pengertian Saham; Capital Gain, Dividen, Capital Loss dan Likuidasi

Pengertian Saham; Capital Gain, Dividen, Capital Loss dan Likuidasi

Apa itu saham?

Perhatian: tulisan ini panjang

Saham itu gampangnya adalah surat kepemilikan atas suatu perusahaan.

Jadi misalkan, anda punya uang Rp 1 juta, kemudian membeli saham Telkom Indonesia. Artinya, anda memiliki perusahaan tersebut. Walau mungkin porsi kepemilikannya hanya 0,00000000000000000000001%.

Sebagai pemilik, anda tentu memiliki beberapa hak. Salah satunya adalah pembagian keuntungan perusahaan.

Pengertian Dividen

Misalkan, porsi kepemilikan anda adalah 0,1%, kemudian perusahaan membagikan keuntungan sebesar Rp 1 triliun. Berarti, anda berhak mendapatkan pembagian keuntungan sebesar Rp 1 miliar.

Ups, jangan lupa dipotong pajak 10%, jadinya dapet Rp 900 juta. Hai Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Pembagian keuntungan ini disebut Dividen.

Pengertian Capital Gain

Kemudian, sebagai pemilik saham, anda bebas memperjual-belikan saham yang anda miliki tersebut. Anda bisa membeli suatu saham sebesar Rp 1 juta, kemudian nanti menjualnya di harga Rp 1,5 juta. Keuntungannya Rp 500 ribu. Lumayan kan?

Ada pajaknya juga, tapi kecil kok 😁

Harga saham ini naik turun. Sama lah kayak harga ayam, awal Covid dulu kan harganya murah karena orang jarang mau beli, cuma Rp 20 ribuan sekilo. Sekarang, sudah Rp 50 ribuan. Dasarnya adalah permintaan dan penawaran biasa.

Keuntungan dari selisih harga jual dan beli ini disebut Capital Gain.

Jadi, ada 2 cara untuk mendapatkan keuntungan di saham.

  1. Capital Gain
  2. Dividen

Tapi, tetap ada risikonya, yaitu;

  1. Capital Loss
  2. Likuidasi

Pengertian Capital Loss

Capital Loss adalah kebalikan dari Capital Gain, yaitu harga jual lebih rendah daripada harga beli. Misalkan, beli di Rp 1 juta, jual ketika Rp 800 ribu. Rugi Rp 200 ribu.

Pengertian Likuidasi

Kedua, risiko likuidasi, yaitu perusahaan bangkrut atau dibubarkan. Saat suatu perusahaan dilikuidasi, aset-asetnya dijual, dan bakal dipakai untuk memenuhi kewajibannya dulu seperti bayar utang dan tunjangan pegawai. Terakhir, kalau ada sisa, baru dibagikan buat pemilik saham.

Tapi tenang, saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah terseleksi dengan baik. Jarang ada yang sampai bangkrut, kalaupun ada dan kamu rugi ke sana, berarti kamu keterlaluan. 😂

Prinsipnya sama lah seperti memulai bisnis biasa. Anda profit, bisnis bertumbuh, dapat keuntungan, dan bisnis tersebut bisa dijual ke investor lain.

Apa menariknya investasi di saham ini?

Secara historis, saham memiliki imbal hasil yang lebih besar daripada menabung biasa. Tapi, bukan berarti saham merupakan tempat buat cepat jadi kaya, ya.

Bayangkan begini, kamu seorang fresh graduate, umurmu 25 tahun. Kamu baru mulai karir, dan baru bisa menabung Rp 1 juta per bulan.

5 tahun kemudian, uang yang kamu kumpulkan sudah Rp 60 juta. Kamu hebat bisa menabung segini banyak.

Sekarang bayangkan, uang tersebut jadi Rp 60, 70, bahkan 90 juta. Kaya? Belum, masih jauh. Tapi setidaknya, kamu telah memiliki aset lebih banyak dari rata-rata teman seusiamu, 30 tahun.

Udah, kamu gak perlu pinter di saham. Paling aman, beli saja saham Bank BCA . Secara historis, sahamnya naik sekitar 20% per tahun, atau sekitar 1,5% per bulan. Belum termasuk dividen.

Kamu beli saja saham ini setiap habis gajian. Pada saat usiamu 30 tahun, asetmu sudah Rp 92 juta lebih. Bagi orang yang tidak pernah menabung, angka ini hanya di angan-angan. Bagimu, ini nyata, benar-benar nyata.

Kemudian, kamu melanjutkan hidupmu. Di usia 35 tahun, asetmu sudah Rp 313 juta. Padahal, kalau menabung biasa, baru Rp 120 juta.

"Kok selisihnya besar? Hampir 3x lipat loh ini."

Inilah yang disebut compounding. Semakin lama, asetmu bertambah secara eksponensial.

Makanya selalu kami katakan, dalam investasi, the longer it get, the better. Kalau seperti ini, kamu sudah di jalan yang benar.

Kamu melanjutkan lagi hidupmu. Sekarang usiamu 45, atau 20 tahun setelah memulai investasi.

Berapa asetmu sekarang? Rp 2,3 miliar. Gilak gak sih? Saya kalau punya duit segini, udah deh, gak usah kerja lagi. Hidup dari saham aja.

Padahal kalau menabung, baru Rp 240 juta. Udah 10x lipat. Makanya jangan heran kalau kamu lihat anak muda banyak pensiun dini.

Kira-kira, gambaran aset anda sekarang seperti yang tertera di grafik.

Coba lihat di sekitarmu, berapa banyak orang di usia 45 tahun punya aset Rp 2,3 miliar?

Kemudian bayangkan ini:

- Bagaimana kalau kamu investasinya di saham yang lebih bagus daripada BCA?

- Gimana kalau kamu nabungnya lebih banyak?

- Gimana kalau nabungnya lebih lama?

- Gimana kalau perusahaannya ngasih dividen besar?

Dan gimana gimana lainnya.

Bagaimana kalau kamu menjadikan Suta Kanan Investment sebagai partner investasimu? Yuk gabung di grupnya. Bulan lalu, kami dapat return 6% lebih investasi saham 😁

Telegram:

https://t.me/sutakananinvestment

Facebook:

FORUM DISKUSI SAHAM & REKSADANA AJAIB BIBIT IPOT BAREKSA DLL

Mengenal saham di usia muda memang sebuah privilage. Saya sendiri mengenalnya sejak usia 15 tahun, dan memulai investasi di umur 17 tahun, dengan menyisihkan uang bulanan dari orang tua sebesar Rp 200 ribu.

Umurmu berapa sekarang? 50 tahun? Masih sempet kok. Ibu saya pun baru mengenal investasi di usia segitu.

"Tapi koh, saya ribet banget kalau harus menyisihkan duit Rp 1 juta sebulan. Ada tipsnya gak?"

Nah, bisa mulai dari mencatat cashflow kita ya. Salah satu web apps yang bisa dipakai untuk mencatat keuangan adalah Money Master, ini web apps yang kami kembangkan 😁

https://moneymaster.elagotech.com

Catat deh, sebulan aja. Nanti kelihatan, bagian mana yang bisa dikurangi, misalkan kamu kebanyakan jajan pisang keju atau semacamnya.

Sekarang, gimana caranya memulai investasi saham?

Saham itu diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, kalau mau beli, kita tidak bisa datang langsung ke gedungnya yang di Jakarta Selatan itu.

Untuk melakukan pembelian, harus melalui yang namanya perusahaan sekuritas/broker/anggota bursa (banyak istilahnya).

Ibaratnya, BEI ini adalah pasar, tapi karena PPKM, kita harus pesan ojek online (broker) buat membelikan dan menjualkan saham tersebut.

Ada ratusan broker di Indonesia. Anda pilih saja, dan sekarang hampir semuanya bisa mendaftar via online. Ada Mandiri Sekuritas Online Trading , Indo Premier Sekuritas , Ajaib , dan sebagainya.

3 Syarat untuk Memulai Investasi Saham

Anda cari saja aplikasinya di playstore, kemudian download, daftar, dan berinvestasi di situ. Biasanya, syarat pendaftarannya ini:

  1. KTP
  2. Rekening bank
  3. NPWP (Opsional)

Saya pribadi menyarankan belajar sambil praktik. Jadi, anda investasi dulu, uang tipis-tipis aja. Rp 100-200 ribu saya pikir cukup. Ibaratnya, kalau untung syukur, kalau rugi anggap uang belajar.

Nanti, kalau sudah merasa nyaman dan cocok, tambah deh modalnya.

Apalagi kalau belajarnya sambil masuk grup kami. Uh, kita belajar bareng sampai ngalahin Warren Buffett deh.

Apakah saham itu haram menurut Islam?

Tenang, sudah ada fatwa MUI-nya kok. Saya lupa detailnya, tapi kalau anda cari di Google, pasti langsung ketemu kok.

Malah, saya awal belajar saham di pesantren 😂

Posting Komentar untuk "Pengertian Saham; Capital Gain, Dividen, Capital Loss dan Likuidasi"