Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB), Fungsi dan Komponennya

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (PDB)


PDB atau lebih dikenal dengan Produk Domestik Bruto, pastinya pernah kamu dengar. Di negara lain di luar Indonesia, biasanya PDB dikenal sebagai Gross Domestic Product atau GDP.
Langsung saja, mari kita bahas tuntas Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB), Fungsi dan Komponennya, karena PDB sendiri sangat berpengaruh terhadap situasi ekonomi yang ada di Indonesia.

Pengertian Produk Domestik Bruto

Bila dilihat dari segi keseluruhan pengeluaran suatu negara, PDB ialah nilai pasar dari keseluruhan barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu negara dalam periode waktu tertentu. Ada banyak kata kunci yang bisa dipakai untuk pahami ide berkenaan PDB dan bisa membandingkan mana saja komponen suatu nilai yang semestinya masuk dan tidak masuk dalam penghitungan PDB.

Kata Kunci PDB

1. Nilai Pasar

Dalam perhitungan PDB, dipakai ukuran tunggal dalam kegiatan ekonomi. Nilai PDB diukur memakai harga pasar yakni harga di mana seorang akan siap untuk membayar barang dan jasa. Jumlah yang siap dibayar itu akan menunjukkan nilai dari barang dan jasa tersebut. Misalkan suatu mobil dibeli dengan harga Rp 100 juta pada 2 tahun silam, sekarang ini mobil itu bisa dipasarkan ke seseorang dengan harga Rp 60 juta atau dengan kata lain seseorang siap bayar cuman sejumlah Rp 60 juta untuk mobil tersebut. Karena itu Rp 60 juta sebagai nilai pasar dari mobil tersebut.

2. Seluruh

Perhitungan nilai PDB bukan hanya berasal dari beberapa nilai barang dan jasa saja, tetapi dari keseluruhan nilai produksi barang dan jasa pada suatu perekonomian dan barang dan jasa itu harus dipasarkan dengan cara resmi dalam masyarakat. Misalnya, barang dan jasa yang diukur tidak cuma satu atau dua barang seperti buku dan pulpen saja, tapi termasuk semua barang lain misalkan buah-buahan, sayur-sayuran, film, dan sebagainya. Tetapi, untuk barang dan jasa yang tidak dipasarkan dengan cara resmi tidak masuk dalam komponen perhitungan PDB. Demikian juga untuk barang dan jasa yang diproduksi oleh kegiatan rumah tangga misalkan makanan yang diolah dengan seorang koki untuk disajikan pada keluarganya tidak masuk dalam perhitungan nilai PDB, dan bila makanan itu diolah di dalam rumah makan untuk dipasarkan ke seseorang karena itu terhitung dalam penghitungan nilai PDB.

3. Barang dan Jasa

Komponen perhitungan nilai PDB terbagi dalam seluruh barang dan jasa baik yang sifatnya nyata seperti buku, baju, tv, atau yang tidak riil seperti potong rambut, pijat refleksi, dan lain-lain.

4. Akhir

Nilai dari barang dan jasa yang masuk dalam perhitungan nilai PDB cuman barang dan jasa akhir. Nilai dari barang dan jasa perantara tidak ditempatkan dalam penghitungan karena akan menyebabkan penghitungan jadi ganda. Misalkan ban mobil tidak ditempatkan dalam nilai PDB, tetapi nilai dari mobil terhitung dalam nilai PDB karena nilai dari ban mobil sebetulnya sudah terhitung dalam nilai mobil itu. Hingga, bila nilai dari ban mobil dihitung akan mengakibatkan penghitungan ganda untuk komponen ban mobil pada nilai PDB.

5. Diproduksi

Nilai dari produksi yang diakui dalam PDB cuman barang dan jasa yang diproduksi di tahun ini saja . Maka nilai PDB tidak masukkan komponen nilai barang dan jasa yang diproduksi pada peridoe sebelumya.

6. Dalam suatu negara

Nilai PDB tergolong nilai dari barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian suatu negara tanpa menyaksikan siapa pihak yang menghasilkan barang dan jasa tersebut. Misalkan, perusahaan asal Jepang yang mempunyai pabrik dan menghasilkan mobil di Indonesia, karena itu nilai dari mobil itu akan masuk dalam penghitungan nilai PDB Indonesia bukan nilai PDB Jepang.

7. Periode Waktu Tertentu

Perhitungan nilai PDB dilaksanakan hanya dalam periode waktu/masa tertentu saja misalkan penghitungan nilai untuk tiga bulan atau satu tahun.


Fungsi Produk Domestik Bruto

Itulah empat elemen yang membuat pemahaman PDB. PDB sendiri mempunyai beberapa fungsi untuk negara, dan fungsi itu ialah:

1. Cerminan Perekonomian Negara

PDB punyai faedah seberapa jauh sebuah kebijakan ekonomi yang dibikin pemerintah sukses membuat perkembangan kegiatan perekonomian dalam negeri. Umumnya pemerintah akan memperbandingkan jumlah PDB di tahun kemarin dengan tahun yang sekarang ini.

2. Penerapan Konsep Siklus Aliran

Dalam penghitungan PDB ada siklus aliran nilai produk barang dan jasa yang dihitung berdasar masa tertentu. Penghitungan ini dibagi karena ingin memperbandingkan dengan penghitungan yang awalnya, hingga dengan atau untuk hitung PDB, pemerintah bebas memperbandingkan dengan penghitungan saat ini dan term yang awalnya.

3. Jumlah Nilai Tambah

Fungsi PDB setelah itu sebagai cerminan kenaikan balas jasa ke beberapa komponen produksi yang dipakai pada proses produksi. Jika kenaikannya itu jadi benar-benar jauh, karena itu ditegaskan nilai PDB itu naik lumayan tinggi.

4. Landasan Perumusan Kebijakan Pemerintah

Tanpa data yang dapat dihandalkan, kebijakan yang dibuat negara susah untuk ditegaskan apa sukses atau mungkin tidak. Walau ini belum tentu, tetapi karena ada data pemerintah dapat memperoleh info yang menolong dalam merangkum kebijakan.

PDB kerap disimpulkan sebagai tanda dari kesejahteraan negara. Di mana, Angka PDB yang tinggi disimpulkan dengan tingginya angka produksi. Dan, tingginya angka produksi disambungkan ke daya membeli warga yang tinggi. Berikut mengapa saat angka PDB naik, ada asumsi jika negara itu makin sejahtera.


Komponen Produk Domestik Bruto (PDB)

Sesudah ketahui pengertian dan keterangan berkenaan PDB, selanjutnya kita akan mengulas mengenai cara perhitungan PDB bila dilihat dari sisi pengeluaran dalam perekonomian suatu negara. Ada 4 komponen yang dipakai dalam penghitungan yakni konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor neto. Selengkapnya sebagai berikut;

1. Konsumsi

Menyatakan jumlah dari seluruh pengeluaran oleh rumah tangga dalam perekonomian suatu negara yang dipakai untuk beli barang dan jasa baik yang sifatnya riil atau yang tidak riil.

Bersifat riil atau nyata dibagi menjadi 2 yaitu;

Non-durable goods, yakni barang yang langsung habis ketika dikonsumsi, contohnya adalah makanan dan minuman. 

Durable goods, adalah barang-barang yang tidak cepat rusak; bertahan minimal selama 3 tahun. Contohnya, Kendaraan dan barang elektronik. Jadi produk dan jasa termasuk konsumsi. 

Yang bersifat non riil/ nyata adalah merupa servise atau jasa. Contohnya adalah jasa dokter. 

2. Investasi

Menyatakan jumlah dari pembelian atas barang yang dipakai untuk produksi barang lain atau jasa di masa datang. Misalnya pembelian perlengkapan, stok, dan bangunan.

3. Pengeluarnan Pemerintah

Merupakan seluruh pengeluaran pemerintahan untuk membeli barang dan jasa baik oleh pemda atau pusat misalkan untuk bayar upah karyawan negeri sipil. Nilai dari pengeluaran pemerintah itu tidak terhitung pengeluaran untuk memberi dana untuk warga karena pengeluaran itu tidak hasilkan barang dan jasa untuk pemerintah.

4. Ekspor neto

Nilai dari ekspor neto merupakan beda dari pembelian barang produksi local oleh masyarakat negara asing dengan pembelian barang asing oleh masyarakat local atau dalam kata lain beda dari ekspor dan impor. Pembelian yang sudah dilakukan oleh warga Iindonesia misalkan beli mobil yang diproduksi di Jerman (Impor), dan pemasaran barang produk lokal Indonesia misalkan jual batik ke Malaysia (Ekspor). Transaksi bisnis berkaitan impor pada satu pihak akan meningkatkan nilai dari konsumsi, investasi, dan pengeluaran pemerintah tetapi akan menurunkan atau mengurangi ekspor neto hingga pembelian atas barang dan jasa produk luar tidak ditempatkan dalam menghitung PDB.

Simak juga : Sistem Hitung Produk Domestik Bruto


Demikian keterangan materi mengenai pengertian dan komponen PDB.

Posting Komentar untuk "Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB), Fungsi dan Komponennya"