Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Akun

Aset Tetap ; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Pendapatan

Aset Tetap merupakan aset yang dimiliki perusahaan untuk kegiatan operasi, yang dikehendaki bisa dipakai lebih dari satu periode akuntansi.

Pengertian Aset Tetap
Aset Tetap ; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Pendapatan

Pengertian Aset Tetap

Aset Tetap disimpulkan sebagai aset berbentuk yang dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam aktivitas produksi atau pengadaan barang dan jasa. Aset tetap juga bisa untuk disewakan ke seseorang, atau untuk maksud administratif yang lain, yang diinginkan bisa dipakai lebih dari satu periode akuntansi.


Karakteristik yang membandingkan aset tetap dengan persediaan barang dagang ialah jika aset tetap dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam aktivitas operasional, sedang stok barang dagang bukan untuk dipakai tetapi untuk dipasarkan kembali.


Contoh, computer dalam satu toko electronic bisa menjadi satu barang dagangan, karena di sini perusahaan akan beli computer untuk dipasarkan kembali sebagai barang dagangan tidak untuk dipakai. Tetapi, bila perusahaan mempunyai computer untuk dipakai dalam operasional perusahaan, karena itu computer ini akan dikelompokkan sebagai aset tetap.


Aset tetap mempunyai perbedaan dengan investasi jangka panjang. Meskipun keduanya sama-sama dimiliki oleh perusahaan untuk waktu lebih satu periode akuntansi, investasi jangka panjang ini tidak dipakai dalam aktivitas operasional perusahaan yang pokok.


Contoh, perusahaan beli tanah untuk kepentingan pengembangan di masa mendatang, karena itu tanah ini akan dikelompokkan sebagai investasi jangka panjang. Tetapi, bila perusahaan beli tanah sebagai tempat dalam menjalankan aktivitas operasinya, karena itu tanah ini akan dikelompokkan sebagai aset tetap.


Disamping itu, Aset tetap tidak sama dengan aset lancar, seperti peralatan kantor. Bedanya ialah jika peralatan kantor ini dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam kurun waktu setahun, sedang aset tetap dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam jangka waktu yang lebih panjang, umumnya mencakup beberapa periode akuntansi.


Karakteristik Aset Tetap

Karakteristik aset tetap ialah untuk dipakai dalam aktivitas operasional dan bukan untuk dipasarkan kembali. Namun aset yang dipakai dalam aktivitas normal operasi perusahaan yang bisa diklasifikasikan sebagai aset tetap. Misalkan, bila ada sebuah bangunan yang menganggur, jadi lebih pas bila dikelompokkan secara terpisah sebagai investasi. Aset itu memiliki sifat jangka panjang dan umumnya akan disusutkan.

Aset tetap memberi manfaat pada perusahaan sepanjang beberapa tahun. Perusahaan akan membagikan biaya perolehan aset tetap untuk beberapa masa kedepan lewat biaya penyusutan periodik. Semua aset tetap akan disusutkan terkecuali tanah. Pengecualian tanah yang disusutkan hanya tanah yang mengalami penurunan nilai material, seperti tanah pertambangan.

Aset itu mempunyai substansi secara fisik. Aset tetap ialah aset berbentuk yang diikuti dengan kehadiran fisiknya atau substansinya. Perihal ini pula sebagai pembanding di antara aset tetap dan aset tidak berbentuk, seperti goodwill dan paten.


Penggolongan Aset Tetap

Aset tetap umumnya dikelompokkan jadi 4 golongan sebagai berikut ini:

1. Tanah

Mencakup tanah yang dipakai oleh perusahaan sebagai tempat berdirinya bangunan perusahaan dan sarana perusahaan yang lain.

2. Perbaikan Tanah

Untuk perbaikan tanah ini dapat seperti jalan-jalan yang dibuat oleh perusahaan, tempat parkir kendaraan, pagar, dan saluran air.

3. Gedung

Mencakup gedung yang dipakai unyuk toko, pabrik, gudang, kantor, dan bangunan yang lain.

4. Peralatan

Mencakup peralatan kantor, peralatan pabrik, sejumlah mesin, kendaraan, dan furniture.

Seperti halnya beli rumah dan perlengkapan yang dilakukan oleh seorang dalam rumah tangga, pemilikan aset tetap sebagai keputusan yang penting untuk perusahaan. Disamping itu, ada poin penting juga untuk perusahaan dalam mempunyai aset tetap, yakni:

1. Menjaga aset tetap supaya selalu ada pada keadaan yang bagus, baik saat dipakai atau tidak;

2. Mengganti fasilitas atau aset tetap yang sudah rusak atau aus karena penggunaan dengan yang baru atau bekas; dan

3. Menambahkan aset baru lagi bila dibutuhkan.


Biaya Perolehan Aset Tetap

Sesuai konsep akuntansi, Aset tetap harus dicatat sebesar biaya perolehannya. Biaya Perolehan ialah semua pengeluaran yang dibutuhkan untuk memperoleh satu aset, dan pengeluaran yang lain sampai aset siap untuk dipakai dalam aktivitas operasional perusahaan.


Biaya perolehan diukur dengan kas yang dibayar pada suatu transaksi bisnis yang dilaksanakan secara tunai. Bila aset tidak dibayarkan memakai kas, karena itu biaya perolehan aset akan diputuskan sebesar nilai wajar dari aset yang didapat atau aset yang diberikan, yang mana lebih pantas berdasar bukti atau data yang ada.


Bila biaya perolehan aset sudah diputuskan, karena itu biaya ini bisa menjadi dasar dalam akuntansi selama saat penggunaan aset itu. Akuntansi tidak mengakui penggunaan harga pengganti atau harga pasar selama saat penggunaan satu aset tetap. Implementasi konsep biaya perolehan untuk tiap kelompok khusus dari aset tetap sebagai berikut ini:


Tanah

Perusahaan umumnya membeli tanah untuk dipakai sebagai tempat untuk membuat pabrik atau kantor dan kepentingan usaha yang lain. Biaya perolehan atas tanah ini diantaranya 

(1) harga membeli tunai tanah

(2) biaya balik nama

(3) komisi mediator pembelian tanah, dan

(4) pajak atau pungutan yang lain yang perlu dibayar oleh konsumen supaya tanah bisa dipakai.


Semua pengeluaran yang lain dibutuhkan supaya tanah siap untuk dipakai dalam aktivitas operasional perusahaan yang memiliki sifat pembaruan secara permanan akan didebet ke akun tanah. Bila tanah yang dibeli tidak rata, berbatu, atau sarat dengan tanaman liar, karena itu biaya perolehan tanah akan mencakup semua pengeluaran untuk pembersihan dan perataan tanah.


Kadang pada tanah yang dibeli, masih ada bangunan yang tidak dibutuhkan atau telah tua, hingga harus dibongkar, supaya tanah dapat dipakai dengan optimal. Dalam hal itu, pengeluaran untuk membongkar bangunan akan ditanggung pada biaya perolehan tanah, dan hasil pemasaran tersisa bongkaran bangunan akan kurangi biaya perolehan tanah.

Perbaikan Tanah

Perbaikan tanah ialah tambahan sistematis yang dilaksanakan pada tanah perusahaan. Contoh, di atas tanah yang berada pada halaman perusahaan dibikin jalan masuk, tempat parkir kendaraan, pagar halaman, taman mini, dan aliran pembuangan air hujan.


Biaya perolehan pembaruan tanah ini diantaranya semua ongkos yang dikeluarkan oleh perusahaan sampai pembaruan tanah siap untuk dipakai dalam aktivitas operasional perusahaan. Misalkan biaya perolehan tempat parkir yang barusan dibuat, diantaranya semua pengeluaran untuk perkerasan dan pengaspalan, aliran air, pencahayaan, dan pemagaran sekitar daerah tempat parkir.


Gedung dan Bangunan

Gedung ialah sarana yang dibuat di atas tanah dan dipakai untuk aktivitas operasional perusahaan. Semua pengeluaran yang dipakai dalam mendapatkan gedung dimulai dari ongkos pembelian dan pembangunan harus ditanggung pada account Gedung.


Jika gedung didapat dengan pembelian, karena itu ongkos pencapaiannya akan mencakup harga membeli, komisi mediator, dan ongkos notaris. Sedang bila gedung itu dibuat sendiri oleh perusahaan, karena itu ongkos pencapaiannya akan mencakup semua pengeluaran untuk bikin gedung itu sampai siap untuk dipakai, terhitung dengan aliran listrik dan air.


Bila perusahaan membuat bangunan yang memerlukan sarana tertentu, seperti bangunan untuk service dan bersihkan kendaraan, karena itu biaya perolehan gedung akan mencakup harga kontrak bangunan ditambah lagi ongkos rencana oleh arsitek, ongkos izin membangun bangunan, dan pengerjaan sarana pencucian.


Disamping itu, bila pembangunan gedung itu didanai dengan memakai utang berbunga, karena itu ongkos bunga selama saat pembangunan gedung harus juga ditanggung ke biaya perolehan gedung, jika:


1 Masa pembangunan gedung meliputi rentang waktu yang lumayan panjang (umumnya lebih satu tahun); dan

2. Beban bunga yang dibayar /tahun lumayan besar jumlahnya.

Dalam hal itu, karena itu ongkos bunga dapat dilihat sebagai ongkos yang dibutuhkan seperti ongkos bahan dan ongkos ketenagakerjaan. Tetapi, harus diingat jika ongkos bunga yang diakui sebagai biaya perolehan bangunan hanya ongkos bunga sepanjang masa pembangunan. Sesudah pembangunan usai, karena itu pembayaran bunga untuk pembangunan itu, harus ditanggung pada account beban bunga.


Peralatan

Peralatan ialah semua alat yang dipakai dalam aktivitas operasional perusahaan, seperti perlengkapan kantor, perlengkapan toko, mesin pabrik, kendpml ngiriman barang sampai hingga ke gudang, dan ongkos asuransi sepanjang pengiriman barang yang dibayar oleh konsumen.


Disamping itu, termasuk didalamnya pengeluaran untuk perakitan, penempatan, dan pengetesan perlengkapan yang dibeli sampai betul-betul siap untuk dipakai. Bea balik nama kendaraan harus juga ditambah pada biaya perolehan kendaraan, tapi pajak kendaraan tahunan dan asuransi kecelakaan kendaraan jangan ditanggung sebagai biaya perolehan.


Karena pajak kendaraan tahunan dan asuransi kecelakaan kendaraan bukan terhitung biaya untuk mendapatkan kendaraan, hingga ke-2 biaya itu akan ditanggung sebagai ongkos tahun yang berkaitan. Pembayaran untuk pembaruan kerusakan diperjalanan atau ongkos perakitan yang dilihat tidak penting atau mungkin tidak dibutuhkan, tak perlu ditempatkan sebagai biaya perolehan perlengkapan.


Demikian tadi artikel mengenai Aset Tetap; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Pencapaian, bila ada yang ingin ditanya berkenaan materi ini dapat ditanyakan di kolom komentar.

Posting Komentar untuk "Aset Tetap ; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Pendapatan"